Jakarta, Tim None Developer dari Universitas Trunojoyo Madura, dengan aplikasi Froggy and the Pesticid Kembali berhasil menjadi juara kedua dalam Imagine Cup 2016 Worldwide Finals yang diselenggarakan di Seattle, Washington, Amerika Serikat, mewakili Indonesia di putaran final Imagine Cup 2016 tingkat dunia dalam kategori Game.

Di Imagine Cup 2013, Solite Studio dengan game Save the Hamster keluar sebagai pemenang. Tim yang digawangi Asadullohil Ghalib Kubat ini bahkan menjadi runner up di tingkat dunia, mewakili Indonesia di Imagine Cup 2013 yang digelar di Rusia. tahun ini terulang lagi UTM juara 2 Dunia, Imagine Cup Word Championship dengan game Froggy and the Pesticid

Mereka adalah salah satu dari 35 pelajar dari berbagai negaraa berkompetisi di final tingkat dunia setelah memenangkan kompetisi online dan lokal dari seluruh dunia. Microsoft memberi penghargaan uang tunai dan juga hadiah lainnya senilai lebih dari USD 1 juta sepanjang digelarnya kompetisi Imagine Cup.

 

Froggy and the Pesticide

Froggy and the Pesticide yang diboyong None Developer ke Seattle, selain menantang dan dijanjikan bakal membuat ketagihan, membawa pesan edukasi mengenai penggunaan pestisida.

Di game ini, karakter Froggy digambarkan sebagai spesies yang bukan merupakan target penggunaan pestisida. Namun anehnya, pestisida tetap menyemprotkan cairan beracunnya ke arah Froggy.

Froggy harus berusaha untuk mengganti pestisida dengan biopestisida karena pestisida sendiri adalah semprotan beracun yang bisa membuat spesies lain menjadi keracunan.