Gerakan Pemuda Madura Menghampiri Kantor DPRD Bangkalan

0
67

Beritana.com, Bangkalan – Aliansi Gerakan Pemuda Madura melakukan audiensi di kantor DPRD Bangkalan terkait tenarnya impor garam dari luar negri pada hari selasa. (03/04/2018)

Taufiq Hidayah, salah satu perwakilan dari massa menyampaikan bahwa kawasan madura adalah salah satu pemasok garam terbesar di indonesia, jika garam impor tetap di biarkan maka hal ini akan membuat para petani garam terlibas. Menurutnya produksi garam merupakan mata pencaharian rakyat madura.

“Jadi saya meminta kepada anggotaDPRD Bangkalan untuk bersama sama menolak impor garam demi rakyat yang sudah mencari nafkah lewat produksi garam” ucap Taufiq sapaan akrabnya.

Permintaan dari massa audiensi di tanggapi positif oleh anggota DPRD Bangkalan Komisi B, Bpk Aziz bahwa akan menolak impor garam di Kabupaten Bangkalan.

Audiensi yang turut di hadiri oleh Dinas Perikanan dan Kelautan juga di akhir dengan tanda tangan atas kesepakatan bahwa Bangkalan menolak impor garam bersama sama.