PMII Bangkalan Aksi Penolakan UU MD3 Bentrok, Peserta Aksi Runtuh

0
272

Beritana.com, Bangkalan – Di gelar aksi penolakan Undang-undang MD3 yang di sahkan oleh DPR I oleh Pergerakan Mahasiswa Islam indonesia se-kabupaten Bangkalan di depan Gedung DPRD Bangkalan, pada senin (26/02/2018)

Bahiruddin, ketua umum PC PMII Bangkalan menyampaikan bahwa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia menolak Revisi Undang-Undang MD3, karena, menurutnya di sahkannya UU MD3 merupakan pencedraan terhadap demokrasi yang di bangun oleh pahlawan-pahlawan kita.

“Demokrasi di indonesia sudah di gadaikan oleh DPR I, Maka PMII Bangkalan menolak dengan keras atas revisi UU MD3” tuturnya disaat orasi.

Lanjut bahir, sapaan akrabnya, ada tiga pasal yang menurut bahir mencedrai demokrasi di indonesia melalu revisi UU MD3, masih kata bahir, pertama adalah pasal 73 tentang DPR melakukan pemanggilan paksa memalui bantuan kepolisian, pasal 122 tentang  penghinaan oleh lembaga atau perseorangan terhadap DPR dan yang terkahir pasal 245 tentang pemeriksaan  terhadap DPR yang harus minta persetujuan presiden  dan pertimbangan kepada MKD .

“pasal 73 telah menjadikan DPR berkuasa di lembaga manapun, pasal 122 anti kritik sedangkan DPR di pilih oleh Rakyat, sedangkan yang terakhir pasal 245 bahwa DPR kebal terhadap hukum” ucap bahir

“Menimbang dari tiga poin tersebut maka kami PMII Bangkalan menolak dengan tegas terkait revisi UU MD 3 tersebut” tuturnya dengan tegas

Tapi sayangnya, aksi tersebut tidak mengindahkan keinginan dari massa aksi karena DPRD Bangkalan sedang tidak ada di kantor, melainkan sebanyak 49 anggota hanya di huni oleh dua Dewan di kantor Bangkalan, sehingga massa aksi meminta masuk untuk memastikan akan tetapi tidak di perbolehkan terpaksa massa aksi memaksa sehingga berakhir dengan bentrok dengan pihak kepolisian, ada salah satu massa aksi atas nama Mahmud Ismail, Waka 1 Komisriat PMII UTM telah pingsan. Beritanya pingsannya mahmud karena di tonjok oleh salah satu aparat kepolisian. (mz/syd)