UINSA Merawat Islam Nusantara, Melalui Ngaji Indonesia

0
130

Beritana.com, Surabaya – Bertepatan di hari senin, universitas islam negeri sunan ampel Surabaya(UINSA) melaksanakan ngaji bersama didepan gedung Twin Tower dengan mengangkat tema “Islam Indonesia, Penebar Kedamaian” (05/03/2018).

Turut hadir dalam acara yang dikemas dengan dialog interaktif menteri agama Lukman Hakim syaifuddin, Direktur pemberitaan kompas TV Rosianna silalahi, KH. Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus), dan Rektor UINSA Prof. Abd. A’la. Dalam acara tersebut diresmikan Uinsa Halal Center(UHC) secara simbolis pukul beduk oleh menteri agama.

Sambutan Rektor UINSA Prof A’la, “mengaji Indonesia merupakan acara rutinitas dilakukan UINSA, untuk merawat Islam Indonesia”

Dalam kesempatan ini Lukman Hakim syaifuddin bertugas menjadi Host, tidak seperti biasanya sebagai narasumber. Gus Mus dalam guyonnya, saat dimintai mengilustrasikan Indonesia tidak paham Nasionalis karena sekolah hanya sampai kelas satu tsanawiyah. Namun Gus Mus memperumpamaan
“Indonesia sebagai rumah yang harus dijaga oleh seluruh penghuninya”

Bedahalnya dengan tanggapan Rosianna silalahi terhadap Indonesia. “Indonesia negara demokrasi dengan populasi muslim terbesar didunia, Indonesia telah membuktikan sebagai contoh sistem demokrasi terbaik di dunia”. Meski Rosianna memeluk agama katholik, ia tidak pernah merasa menjadi minoritas. Sebab substansi agama saling menjaga, bukan saling menghina.

Rosianna mulai sejak kecil didik oleh kedua orang tuanya menjadi penganut agama yang baik. Bahkan saat mendengar adzan di televisi selalu mengeras volume, meskipun keluarganya tidak memahami arti adzan, Namun menyakini sebagai alunan kemuliaan untuk tuhan.

Menurut Rosianna persoalan terbesar bagi umat beragama saat ini adalah penganut agama bukan agamanya. Ditandai dengan penyebaran berita bohong dan adu domba. Maka media menjadi corong untuk nilai nilai ajaran agama yang baik dan memberi panggung pada ulama yang terus menerus menyebarkan rahmat untuk semua umat.

Sedangkan menurut Prof. Abd. A’la, yang menjadi persoalan umat saat ini adalah minimnya moral, sebab jika semua agama menerapkan moral berbangsa, maka akan menjadi kekuatan luar bisa Indonesia. Bedahalnya dengan pendapat Gus Mus yang amat simpel “kurang ngaji” namun memiliki bobot makna amat luas.

Closing statemen Lukman Hakim syaifuddin pada akhir acara, meminta kepada semua hadirin untuk menjaga Indonesia serta merawatnya. Bagaimanapun Indonesia adalah rumah bersama. Sebab hidup dengan kasih saya tidak hanya dijamin masuk surga, tetapi sudah dalam surga sendiri. (abas/mhd)