Beritana.com, Bangkalan – Pasar Ki Lemah Duwur yang menjadi Pusat Pasar tradisional di kabupaten Bangkalan, Namun Pengelolaannya masih amburadul.

APPSI (Asosiasi Pedagang Pasa Indonesia) dan GEMPAR melakukan audensi di Kantor DPR tepatnya di Komisi B, Kedua  LSM Tersebut Geram Karena tata kelola pasar yang kurang tepat.

“Pasar ini kan milik pemerintah Bangkalan, seharusnya di kelola dengan benar” Ujar Hakim dari Gempar. (16/08/16)

Salah satunya pengelolaan Parkir, di area Parkir depan Pasar masih banyak dihuni oleh pedagang kaki lima, sehingga Masyarakat terpusat di depan pasar.

Selain itu Petugas nampaknya mengambil uang sewa lebih dari kios yang berada di depan Pasar.

“Anggota dewan harus benar-benar responsive terhadap permasalahan ini. Tidak ada lagi alasan untuk menunda-nunda untuk tidak menindaklanjuti aspirasi dari masyarakat pasar. Mengingat hal ini sangat penting agar pasar tradisional terjaga” sambung hakim.

Seharusnya Pengelolaan pasar dengan orientasi keuntungan. Hasil studi banding dan kajian yang telah dilakukan menyatakan sudah saatnya Pasar Ki Lemah Duwur memiliki kontribusinya terhadap APBD menjadi maksimal.

“Kalau memang Anggota Dewan tidak menindak lanjuti tuntutan ini Kita akan demo dan meminta Kepala pasar Ki Lemah Duwur dan Dinas Pengelola Pasar turun dari jabatannya. Satu Minggu tidak ada tanggapan Kita akan turun Jalan” Tambah hakim.

Dengan ini tata kelola pasar di harap jauh lebih baik sehingga memiliki nilai jual dan minat belanja Masyarakat lebih maksimal.

 

Penulis : (fadli)
Editor Firdaus